Menag Minta Petugas Libatkan Perasaan Dan Hati Layani Jemaah Haji

Jakarta (PHU) – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menekankan kepada seluruh petugas haji untuk melibatkan hati dan perasaan dalam melayani jemaah haji.

Menurut Gusmen, sapaan akrabnya pelaksanaan haji tahun ini Indonesia mendapatkan kuota normal, tentu ini bukan tugas mudah dalam cara mengelolanya, bukan hanya keterampilan yang dibutuhkan tetapi juga hati, harus ada perasaan yang terlibat melayani jemaah haji.

“Saya menekankan agar para petugas melayani jemaah haji melayani seperti orangtua, keluarga, saudara sendiri,” kata Gusmen dalam arahannya pada pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1444 H/ 2023 M di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Embarkasi Jakarta. Rabu (12/04/2023).

Tahun ini, lanjut Gusmen, pelaksanaan haji dikhususkan untuk memberikan pelayanan jemaah haji lansia. Tema haji ramah lansia ini tidak mudah. “Saya minta kemantapan hati kepada para petugas untuk melaksanakan tugas, jika tidak mantap silahkan sekarang untuk mengundurkan diri”, tegasnya.

Menag berharap peserta dapat mengikuti Bimtek dengan baik agar bisa memberikan layanan maksimal kepada jemaah, bukan hanya memberikan layanan sekaligus mencari solusi.

“Jika ada masalah di tanah suci jangan petugas menjadi pembuat masalah namun menjadi problem solver (pemecah masalah), saya tidak ingin dan tidak mau tahu, tidak ada petugas yang berurusan dengan kepolisian Arab Saudi,” tegasnya.

Gusmen juga berpesan kunci dalam melayani jemaah haji itu ada 2 (dua) yaitu sabar dan bangun kerjasama. “Ada yang bilang sabar ada batasnya saya berharap kepada saudara bersabar tanpa batas, sabar ketika saudara berhak dan pantas untuk marah tetapi saudara memilih untuk menahannya, karena tantangan di tanah suci ketika bertugas sangat menantang dan mengganggu emosi saya minta tetaplah bersabar,” pintanya.

Kedua, lanjut Gusmen adalah bekerja sebagai team work, Kemenag dan Kemenkes bersama dikumpulkan untuk bersinergi.

“Bekerja secara tim, hilangkan ego dari mana kita berasal kita semua bekerja sebagai tim, bekerja sebagai program tubuh jika badan di cubit maka semua anggota merasakannya, tolong lakukan ini secara tim petugas haji kepada jemaah haji Indonesia,” tandasnya.

Ketua Komisi VIII  DPR RI Ashabul Kahfi mengatakan hal yang sangat membanggakan selama kepemimpinan gusmen. “Ada satu hal yang sangat membanggakan yaitu Alhamdulillah selama kepemimpinan Gu Yaqut telah berhasil mengangkat prestasi Kemenag untuk pertama kali Kemenag berhasil mendapat Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) tahun 2022 sebesar 90,45 %,” kata Ashbul Kahfi.

Dia juga menjelaskan jika petugas haji memang merupakan pintu untuk menunaikan ibadah haji namun pahala ibadah haji akan lebih kecil dibanding ibadah sosial melaksanakan tugas melayani jemaah haji jika dilakukan dengan ikhlas.

Senada dengan Ashabul, Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto mengapresiasi IKJHI tahun 2022 yang tinggi. “Mengejar sesuatu yang belum ada itu ringan tapi mempertahankan sesuatu yang ada terkadang kita lengah untuk itu di Bimtek ini saya mengingatkan peserta Bimtek merupakan orang yang terpilih dan jangan pernah berkhianat dengan amanah ini, angka IKJHI bukan hanya di tangan Gusmen namun di tangan bapak ibu petugas dan jangan bermain-main, jangan sampai menyesal serta besar harapan saya semua dilakukan dengan sungguh-sungguh, ingat wajah perhajian Indonesia yang menentukan bapak – ibu,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief menambahkan, tujuan Bimtek Terintegrasi ini bertujuan untuk menyamakan visi dan misi penyelenggaraan haji. Adapun peserta Bimtek ini berjumlah 928 orang dari Kemenag serta 306 orang dari Kementerian Kesehatan.

“Sehingga total keseluruhan 1.234 petugas yang nantinya akan melayani 221 ribu jemaah. Para petugas sendiri akan dibagi menjadi 3 (tiga) Daerah kerja yaitu Daker Bandara, Daker Madinah dan Daker Makkah,” jelasnya.

Hadir Bersama Menag Dirjen PHU Kemenag, Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto, Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, Staf Ahli Menag, Staf Khusus Menag, Tenaga Ahli Menag, Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhendro Susilo, perwakilan Kementerian Perhubungan, pejabat eselon II Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kepala Kanwil Kemenag.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*